Sabtu, 18 April 2015

SYAIR ASAL SAJA



ANGAN INI

Ku berdiri menanti terbitnya matahari
Menyapa serbuan burung menari
Tersenyum di antara sinar mentari
Ditemani indahnya khayal ini

Berpikir tentang suatu hati
Adakah bagimu ku berarti ?
Adakah disana kau mengerti ?
Adakah kau juga menanti ?

Seperti kata-kata para penyair hati
Selalu terucap oleh bibir ini
Memandang  berkhayal memiliki
Mencipta sejuta syair puisi

Ku berdiri seraya menanti
Keabadian cinta layaknya sang merpati
Anganku melayang tak pernah berhenti
Mengurai cinta menentang mimpi

Tapi tak terbayang seperti ini
Tentang hati yang tersakiti
Kupandang langit-langit tinggi
Berurai air mata menghujani