Terlampau Indah
(Farida Kurniawati Utami)
Terlukiskan wajahmu di pelosok jiwaku
Mengagungkan setiap khayalan indah tentangmu
Hanyalah kiasan yang terlintas di pikiranku
Kefanaan yang tak mungkin menjadi adanya
Seperti sebongkah batu yang akan hancur
Karena tetesan air hujan
Merenung menunggu kehadiran bintang malamku
Bulan tersenyum namun ku tetap menangis
Bersamanya engkau kan bahagia
Tanpa kau mendengar rasaku
Tak ku sangka ku sampai sejauh ini
Melintasi batas kekuatanku
Mencoba menjadi awan putih
Menghilang di
angkasa
Waktu memang tak bisa di putar
Karenanya ku sadar ku tak mungkin menjadi
bidadarimu
Bayangan indahmu tak mampu ku genggam
Hanyalah kepedihan yang semakin hari mendulang
air mata
Engkau melangkah pergi menggenggamnya
Mampukah ku tetap mendekap erat senyummu?
Bertanya apakah ku masih ada di hatimu?
Sial, hatiku bisu tak mampu merayu
Relakan nafasku untukmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar